Metode pembelajaran discovery
adalah metode pembelajaran yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga
siswa memperoleh pengetahuan, yang sebelumnya belum diketahuinya, tidak melalui
pemberitahuan tetapi sebagian atau seluruhnya ditemukan oleh siswa sendiri.
Dalam pembelajaran discovery kegiatan atau pembelajaran yang dirancang sehingga
siswa dapat menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui proses
mentalnya sendiri. Dalam menemukan konsep, siswa melakukan pengamatan,
menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, menarik kesimpulan dan sebagainya
untuk menemukan beberapa konsep atau prinsip.
Menurut Herdian (2010) metode pembelajaran discovery merupakan suatu
metode pengajaran yang menitikberatkan pada aktifitas siswa dalam belajar.
Dalam proses pembelajaran dengan metode ini, guru hanya bertindak sebagai
pembimbing dan fasilitator yang mengarahkan siswa untuk menemukan konsep,
dalil, prosedur, algoritma dan semacamnya. Kegiatan belajar mengajar diharapkan
dapat melibatkan pengajar dan peserta didik secara maksimal. Jika peserta didik
terlibat secara aktif dalam menemukan pola dan struktur matematika itu, ia akan
memahami konsep dan teorema dengan lebih baik, ingat lebih lama dan mempu
mengaplikasikannya ke situasi yang lain.