WELCOME...!!!

MATH EDUCATION ;PSYCHOLOGY OF LEARNING MATHEMATIC ;PURE MATHEMATIC; MATHEMATICAL PROBLEM

Senin, 26 September 2011

MY LIFETIME STORIES

EVERY NIGTH,,, EVERY TIME,,,  SEE ME HERE,,,    I NEVER GONNA QUIT AS LONG AS I BREATHE AS A LIVE MAN,, ^^

Who will know what I'm doing here?, even me, I never know the answer,,,,
well, I just want to share my life story, let me think..  I thought you would never ever read my write, so I should thanks to you for reading what I gonna tell you...  this is not a advertisement but this is what I called as 'story of a man who has been lived in this world'....    has been...   lived....  ^^

Senin, 20 Juni 2011

REFLEKSI KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA (KULIAH TERAKHIR)

sangat tidak terasa satu semester telah berlalu. perkuliahan demi perkuliahan dilewati dan bertahap mencoba mempelajari filsafat pendidikan matematika mulai dari comment elegi yang telah disiapkan oleh beliau Bapak Marsigit, M.A. sampai posting refleksi perkuliahan dan tranformasi dunia secara umum. beberapa seri elegi yang paling saya ingat adalah ritual ikhlas sebagai pengantar sebelum memasuki ranah filsafat, pemberontakan matematika, dan yag baru-baru ini keluar dan masih berjalan yaitu forum tanya-jawab. mengingat apa yang disampaikan oleh beliau Bapak Marsigit bahwa dalam mempelajari filsafat haruslah kontinu tidak putus-putus, berdasarkan hal itulah saya harus menjalani kuliah tatap muka dan on-line melalui elegi-elegi. berdasarkan analisis Bapak Marsigit terhadap comment saya dan teman-teman, menunjukan bahwa belum-lah maksimal dalam menjalani perkuliahan selama satu semester ini. menurut pandapat Bapak Marsigit masih banyak sekali yang dalam comment elegi masih tidak 'nyambung' atau tidak koheren dengan apa yang di bahas dalam elegi itu sendiri. bardasarkan pengamatan Beliau, hal ini dikarenakan:
pertama mahasiswa belum ikhlas dalam comment dalam artian hanya mngejar target atau kuantitas dalam comment tetapi esensi dari comment tersebut tidaklah diperhatikan. dari awal perkuliahan memang hal inilah yang paling ditekankan oleh Beliau, oleh karena itulah dalam serial elegi yang pertama dianjurkan untuk dibaca adalah serial ritual ikhlas. dalam filsafat jawa, hal ini dilakukan sebagai 'ruwatan' kepada para mahasiswa sebelum mempelajari filsafat agar tidak terjadi penyimpangan dan sadar. terutama bagi mereka yang selama satu semester ini hanya comment sangat sedikit, Beliau menyebutnya sebagai 'belum ikhlas',  tidak sesuai dengan adabnya belajar filsafat.
yang kedua adalah ketidakkontinuan dalam mempelajari filsafat. ini merupakan masalah paling banyak terjadi termasuk diri saya sendiri masih merasa belumlah kontinu dalam mempelajari filsafat. padahal kekontinuan ini masuk dalam adab-adab dalam mengikuti perkuliahan filsafat pendidikan matematika. kurangnya waktu dan terlalu sibuknya jadwal menjadi alasan teman-teman dalam melaksanakan adab perkuliahan yang satu ini. padahal menurut beliau ,Bapak Marsigit, yang dapat membantu dalam ketuntasan perkuliahan filsafat pendidikan matematika adalah comment yang ikhlas dan kontinu.
tidak hanya itu saja, Beliau juga menjelaskan sedikit tentang beberapa maksud dari elegi yang telah didiskusikan dalam forum tanya jawab, diantaranya yaitu:
1. filsafatku tidak sopan, hal ini dikarenakan dalam berfilsafat, kita sering kali mengabaikan nama seseorang misalkan emanuel kant, tanpa mengatakan Bapak, Kakek, atau Yth dll. apabila dilakukan dalam kehidupan sehari-hari tentulah tidak sopan.
2. filsafatku lancang, misalnya apabila kita berbicara hakekat kepada Pak lurah atau orang tua, tentulah tidak sesuai ruang dan waktunya.
selain dua hal di atas yaitu tentang kemarahan filsafatku, arogansiku berfilsafat, dan filsafatku sombong, yang semuanya dikarenakan kita selalu berfilsafat. oleh karena itu menyebabkan hal-hal di atas. secara psikologis tidak mengelola antara risiko-harapan-tantangan.
dalam kesempatan Beliau menceritakan tentang pengalamannya di mail milis, tentang masukan perubahan kurikulum yang diselenggarakan oleh kementrian pendidikan. berikut beberapa yang menjadi bahasan:
1. istilah standar isi kurang 'nyaman', seakan-akan objek matematika itu bersifat statis. padahal objek matematika itu bersifat dinamis, relatif terhadap ruang dan waktu. lebih baik Trajectory of Learning Mathematics
2. standar isi tidak sesuai untuk matematika sekolah, kita tahu bahwa matematika sekolah bersifat pola, problem solving, komunikasi, dan investigasi. tetapi standar isi belumlah sesuai dengan hal tersebut bahkan lebih bersifat pure mathematics.
beliau juga membahas sedikit tentang transformasi dunia yaitu transformasi material, transformasi formal, transformasi normatif, dan transformasi spiritual. dalam dunia matematika, banyak hal-hal yang ditransformasikan dari dunia satu ke dunia lain sebagai contoh  (A/ ∞) = 0 , di andaikan A sebagai orang yang salah atau tidak salah, dan ∞ sebagai permohonan ampun yang tak hingga, maka dapat diartikan sebagai baik itu orang yang salah ataupun orang yang tidak salah asalkan memohon ampun secara kontinu maka dosanya akan sama dengan nol. dalam kalimat diatas, 'secara kontinu' berarti baik itu dalam kegiatan apapun bahkan tidur tetap dalam dzikir.  contoh lain yaitu (X^0) = 1, dimana X diandaikan sebagai manusia dan 0 adalah kondisi hati dimana 0 artinya ikhlas, maka persamaan diatas dapat diartikan menjadi setinggi-tinggi derajat manusia adalah 1 yaitu manusia yang berhati ikhlas.
sebagai penutup Beliau mengatakan bahwa jika ingin mengaplikasikan filsafat dalam pendidikan matematika maka terapkan pada setiap aspeknya. siswa sebagai mengada, pengada, dan yang ada, selalu mentransformasikan dunia dari dunia yang satu ke dunia lain maka belajarlah karena dengan belajar siswa akan memiliki ketrampilan dalam melakukan transformasi dari dunia yang satu ke dunia lain. 
maka setinggi-tinggi, sehakiki-hakiki, filsafat belajar matematika adalah jika sampai pada keadaan dimana siswa sendirilah sebagai matematika. jika dibandingkan TK, SD, SMP, SMA, dan PT maka tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai researcher atau mathematician, siapapun bisa sebagai researcher tetapi pada dunianya sendiri-sendiri maka agar optimal, paradigma yang paling menunjang adalah constructivis sehingga tercapai siswa sendirilah sebagai matematika.

"tiadalah tulisanku mampu mengungkapkan semua kata-kataku"
"dan tiadalah kata-kataku mampu mengungkapkan semua pikiranku"
"sesungguhnya tiadalah pikiran kita mampu mengungkapkan semua isi relung hatiku"

Rabu, 25 Mei 2011

REFLEKSI KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

REFLEKSI KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA
Sumber: Kuliah Dr. Marsigit, M.A
Berawal dari sebuah pertanyaan yang berbunyi “ filsafat itu mempelajari hakekat, jika semua hakekat di pelajari dalam filsafat maka siapakah yang mempelajari hakekat filsafat? Apakah filsafat mempelajari dirinya sendiri? “. Sebenarnya pertanyaan tersebut ragu-ragu untuk saya ajukan tetapi karena sedikit terburu waktu akhirnya tetap saya ajukan. Setelah Bapak Marsigit menjelaskan panjang lebar, jujur, saya belum terlalu mengerti, hal ini mungkin dikarenakan saya harus mengambil presensi kelas terbaru sehingga tidak mendengar penjelasan Beliau dari awal. Agak sedikit kecewa tetapi saya tetap berusaha untuk memahami sisa-sisa dari penjelasan beliau terhadap pertanyaan saya berikut hasil refleksi saya terkait perkuliahan filsafat pendidikan matematika.
Ontologi
Epistemologi
Aksiologi
Ontologi
V
V
V
Epistemologi
V
V
V
Aksiologi
V
V
V
1. Ontologi of ontologi
Seperti yang kita ketahui bahwa ontologi adalah hakekat. Ontologi dari ontologi itu sendiri adalah hakekat dari hakekat atau hakekatnya hakekat. Dalam hal ini adalah Sang Pencipta.
2. Ontologi of epistemologi
Epistemologi adalah sumber-sumber. Ontologi dari epistemologi adalah Hakekat dari sumber-sumber atau hakekatnya sumber-sumber. Ontologinya epistemologi disebut juga hakekat cara.
3. Ontologi of aksiologi
Aksiologi adalah tujuan atau estetika. Ontologinya aksiologi adalah hakekat dari tujuan atau hakekatnya tujuan contoh dalam sebuah prosesi pernikahan sering dijumpai pohon tebu yang menurut orang jawa berarti anteping kalbu atau mantapkan hati.
4. Epistemologi of ontologi
Epistemologi dari ontlogi atau epitemologinya ontologi adalah sumber dari hakekat.
5. Epistemologi of epistemologi
Epistemologi dari epistemologi atau epistemologinya epistemologi adalah sumber-sumber dari sumber-sumber.
6. Epistemologi of aksiologi
Epistemologi dari aksiologi atau epistemologinya aksiologi adalah sumber dari estetika.
7. Aksiologi of ontologi
Aksiologi dari ontologi atau aksiologinya ontologi adalah the value of ontologi atau nilai dari hakekat.
8. Aksiologi of epistemologi
Aksiologi dari epistemologi atau aksiologinya epistemologi adalah the value of epistemologi atau nilai dari sumber-sumber.
9. Aksiologi of aksiologi
Aksiologi dari aksiologi atau aksiologinya aksiologi adalah the value of aksiologi atau nilai dari aksiologi itu sendiri dengan kata lain bicara tentang etik tetapi secara etik.
Demikian yang bisa saya dapat dari penjelasan Bapak Marsigit, masih banyak kekurangan didalamnya. Saya sempat meminjam catatan teman tetapi masih saja banyak kekurangan. Semoga bisa bermanfaat Amiin...

TRANSFORMASI DUNIA DALAM FILSAFAT

TRANSFORMASI DUNIA DALAM FILSAFAT
Sumber: Kuliah Dr. Marsigit, M.A
Objek belajar filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada dengan kata lain filsafat memiliki objek kajian yang sangat luas. Dalam filsafat di kenal istilah transformasi dunia dimana kita sebagai manusia mencoba untuk mempelajari seperti apa itu dunia dalam lingkup kajian filsafat. Transformasi dunia ini meliputi semua dimensi-dimensi yang ada yaitu dimensi material, formal, normatif, dan spiritual. Ini dapat digambarkan dalam bentuk sumbu-sumbu salah satunya sumbu ontologi dimana ujungnya merupakan berpikir intensif dan ekstensif, sementara diujung yang lain merupakan aspek tidak intensif dan tidak ekstensif. Sumbu yang lain yaitu sumbu aksiologi dimana terdapat baik dan etik diujungnya, sementara itu diujung yang lain terdapat tidak etik dan tidak baik.
Dalam mentransformasi dunia ke dalam bentuk sumbu-sumbu ini tentu diperlukan jumlah sumbu yang cukup banyak akan tetapi disini hanya akan dibahas arti dari sumbu-sumbu tersebut daripada menghitung jumlahnnya. Selain sumbu ontologi dan aksiologi, ada pula sumbu epistemologi dimana diujungnya terdapat sumber-sumber dan pembenaran justifikasi, sementara diujung yang lain tidak ada sumber dan salah yang merupakan kebalikan dari pembenaran justifikasi. Dalam aspek kehidupan sehari-hari terdapat sumbu yang mudah dimengerti contohnya bejo atau beruntung sementara ujung lainnya yaitu ciloko atau celaka (tidak beruntung). Kita hidup tidak selamanya beruntung tidak pula selamanya celaka terkadang kita mendapat keberuntungan dan tak jarang pula mendapat celaka, ini menunjukan bahwa kita hidup di antara sumbu keberuntungan dan ketidakberuntungan. sumbu hubungan subyek predikat menunjukan dimana subyek pada salah satu ujung sumbu dan predikat pada ujung lainnya.
Dalam dunia pendidikan terdapat pula sumbu misalnya dalam pembelajaran terdapat sumbu dimana logos berada pada ujung sumbu dan mitos berada pada ujung sumbu yanng lain. Dalam hal ini berarti dalam dunia pendidikan terkadang pendidikan menerapkan proses belajar mengajar yang bersifat logos dan terkadang bersifat mitos. Dalam aspek penilaian terdapat sumbu dimana subjektif berada pada ujung sumbu dan objektif berada pada ujung sumbu yang lain, artinya dalam penilaian pendidik secara sadar maupun tidak, terkadang melakukan tindakan subjektif dan terkadang pula objektif. Dalam matematika kita mengenal sumbu X dan sumbu Y dalam dimensi dua, dan sumbu Z pada dimensi tiga atau ruang, masing-masing sumbu pun merepresentasikan pada ujung-ujungnya bilangan positif dan ujung yang lain bilangan negatif.
Dalam kaitannya dengan ruang dan waktu, terdapat sumbu waktu dimana sumbu ini membagi waktu menjadi yang lalu, sekarang , dan yang akan datang. Sekarang merupakan titik tengah sumbu waktu dimana ujung-ujungnya yaitu yang lalu dan yang akan datang.
Dalam menjalani kehidupan ada sebuah sumbu yaitu sumbu fatal dan vital dimana pada ujung fatal, orang hidup dengan berserah diri sepenuhnya kepada nasib tanpa ada usaha dan pada ujung vital, orang hidup dengan percaya sepenuhnya pada usahanya sendiri tanpa peduli takdir ataupun nasib yang telah ditentukan, dalam hal ini hendaknya kita berada di tengah sumbu dimana kita percaya pada nasib yang telah ditentukan pada kita tetapi tetap berusaha untuk menjadi atau meraih yang terbaik. Ada pula sumbu rencana-usaha-hasil dimana kita mampu merencanakan dan berusaha tetapi hasilnya yang di atas yang menentukan dalam hal ini usaha terletak pada bagian tengah sumbu. Ada pula sumbu harapan dan kenyataan, artinya dalam kehidupan ini setiap orang tentunya memiliki harapan masing-masing dan terkadang harapan tidak sesuai dengan kenyataan. oleh karena itulah, pada ujung yang lain sumbu ini terdapat kenyataan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan kenyataan mendekati harapan, untuk itu kembali pada sumbu rencana-usaha-hasil agar kita dapat meraih yang terbaik dalam hidup ini..

Rabu, 27 April 2011

FILSAFAT MATEMATIKA DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

FILSAFAT MATEMATIKA DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

Sumber: Kuliah Dr. Marsigit, M.A

Matematika muncul sebagai hasil dari pengamatan manusia terhadap fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dari fenomena sehari-hari inilah kemudian muncul berbagai persoalan-persoalan matematika yang oleh peradaban manusia saat itu belum dikenal matematika. Pada jaman yunani orang-orang mulai memikirkan persoalan-persoalan tersebut dan mendapatkan fakta bahwa matematika yang dilakukan sehari-hari itu adalah abstraksi dan idealisasi. Saat itu orang mengenal ada dua sifat yaitu tetap (aliran Permenides) dan berubah (aliran Heraclitos), matematika sendiri cenderung kepada sifat tetap di dalam pikiran. Sebagai contoh 1 + 3 = 4, hasil penjumlahan ini bersifat tetap apabila ada di dalam pikiran manusia tetapi berubah apabila berada di luar pikiran manusia. Dari hal inilah mulai terbentuk sistem, struktur, dan bangunan. Hal ini tergantung dari mana seseorang memulainya. Jika dimulai dari sesuatu yang jelas maka disebut pondamentalism, jika tidak dimulai dengan awalan maka disebut intuitism. Dari sini muncul pertanyaan apakah matematika itu bersifat tunggal, dual, multi, dan pluralism? Apakah matematika itu absolut? Apakah matematika bersifat relatif?

Apabila ditelusuri berdasarkan filsafat hermeneutika secara intensi dan ekstensi maka matematika terdiri dari tiga pilar yaitu

1. 1. Ontologi of math

2. 2. Epistemologi of math

3. 3. Aksiologi of math

Bagi kaum formalis (aliran hilbert), mereka menerjemahkan matematika secara trans neumena sebagai matematika yang bersifat fondamentalis, formalis, dan aksiomatis. Selain itu matematika juga bersifat rigor atau apodiktif, konsisten, tunggal, dan pasti. Matematika lebih bersifat bebas terhadap ruang dan waktu. Di sisi lain, matematika sekolah yang terikat oleh ruang dan waktu tidak bisa menerima hal tersebut. Kemudian muncullah perbedaan antara matematika murni dengan matematika sekolah yaitu

Matematika Sekolah

Matematika Murni

1. 1. Plural

2. 2. Kontradiktif

3. 3. Relatif

4. 4. Koresponden

1. Tunggal

2. Konsisten

3. Absolut

4. Koheren

Ketidaksesuaian antara matematika murni dan matematika sekolah ini tentunya tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Dampaknya luar biasa besar bagi matematika sekolah. Selama matematika murni diterapkan dalam matematika sekolah maka matematika sekolah tidak bisa berkembang.

Di negara kita, Indonesia, Ujian Nasional merupakan wujud dari adanya prinsip matematika murni di dalam matematika sekolah. Hal ini tentu sangatlah memprihatinkan bagi matematika sekolah, perlu adanya perubahan, perlu adanya suatu revolusi untuk memperbaiki metamatika sekolah. Oleh karena itulah, Dr. Marsigit, M.A membuat surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia sebagai wujud usaha untuk menyadarkan bahwa matematika sekolah Indonesia dalam status awas, SOS!!!

Dalam pendidikan matematika realistik matematika tersusun atas (dari tingkatan terbawah)

1. 1. Konkret

2. 2. Skema

3. 3. Model

4. 4. Formal

Sebagai contoh pembelajaran matematika di SD


Pembelajaran matematika di SMP

Gunakan rumus Euler S + T = R + 2

S : banyak sisi

T: banyak titik sudut

R: banyak rusuk

Pembelajaran matematika di SMA dan Perguruan Tinggi membuktikan rumus di atas.

Dalam matematika ada konsep membilang dan menghitung. Sebagai contoh angka 2, dan 3, apabila dijumlahkan 2 + 3 = 5. Dalam hal ini angka 2 dan angka 3 adalah potensi, sementara itu 2 + 3 adalah fakta proses dan 2 + 3 = 5 adalah hasil. Matematika bisa dipandang sebagai proses menjumlahkan dan hasilnya berupa hasil jumlahan. Contoh lain sebagai proses yaitu diferensial dan hasilnya derivatif.

Sebagai calon pendidik, kita hendaknya mampu untuk membelajarkan metamatika sekolah kepada siswa dengan benar.

Rabu, 13 April 2011

Abstraksi Dunia dan Hubungannya dengan Matematika dalam Filsafat

Abstraksi Dunia dan Hubungannya dengan Matematika dalam Filsafat

(Kuliah Filsafat Pendidikan Matematika Oleh Dr.Marsigit, M.A)


Salah satu cara menterjemahkan dunia adalah dengan melakukan abstraksi jarak dari pikiran ke bumi yang berputar terhadap ruang dan waktu dimana hasil abstraksi berada di dalam pikiran kita yang kemudian digunakan untuk menterjemahkan dunia. Abstraksi dunia bisa saja berupa suatu titik yang terletak bisa di dalam pikiran maupun di luar pikiran. Apabila dikaitkan dengan ruang dan waktu maka suatu titik ini akan menjadi fakta. Apabila titik ini diberi kesadaran maka akan berupa potensi dan titik ini akan memilik makna. Dari sebuah titik inilah kita akan berusaha menterjemahkan dunia dengan abstraksi. Apabila dikembangkan dengan abstraksi maka suatu titik bisa menjadi suatu garis. Apabila dikembangkan kembali maka garis ini akan menjadi lingkaran. Namun, hal ini belumlah cukup untuk menterjemahkan dunia. Hal ini dikarenakan dunia bergerak terhadap ruang dan waktu. Bahkan sampai serumit apapun hasil pengembangan titik tersebut, hal ini belumlah cukup untuk menterjemahkan dunia. Karena abstraksi di dalam pikiran kita tidak bergerak terhadap ruang dan waktu maka dengan hermeneutika kita bisa menterjemahkan dunia, dengan analogi bumi yang mengelilingi matahari. Namun, hal ini barulah setengah dunia. Apabila bangunan hasil abstraksi dikembangkan dengan menggunakan teknologi maka munculah konsep. Apabila digambarkan dengan kurva normal maka setengah dunia ini berada di dalam pikiran normal atau daerah normal.
Kurva bagian atas adalah setengah dunia di dalam pikiran normal. Kurva bagian bawah pada daerah normal merupakan masyarakat dan alam semesta beserta gejala-gejalanya. Kurva diatas memiliki batas normal atau standar deviasi dimana ini merupakan batas toleransi. Dengan demikian maka orang akan bahagia hidupnya apabila berada pada garis x = 0. Untuk daerah selain daerah normal disebut sebagai daerah penyimpangan. Bagi orang jawa apabila terjadi penyimpangan maka solusinya adalah dengan ruwatan mencari penjelasan agar menjadi normal. Demikian pula belajar filsafat adalah berusaha mencari penjelasan terhadap penyimpangan yang terjadi. Berarti belajar filsafat adalah melakukan ruwatan dengan harapan kalau bisa menjadi orang-orang yang tidak bermasalah. Oleh karena itu, agar tidak butuh penjelasan maka jadilah orang yang normal.
Di dalam pikiran kita terdapat dunia atas dan dunia bawah beserta empat kategori pikiran yaitu kualitatif, kuantitatif, kategori dan relasi. Dunia atas berupa apriori dan logika, sedangkan dunia bawah berupa sintetik dan pengalaman. Matematika murni memiliki empat sifat yaitu konsisten, pasti, utuh, dan yang terakhir belum diutarakan. Oleh karena itu, matematika murni berada pada dunia atas dalam pikiran kita yaitu bersifat apriori dan analitik(logika). Sekarang ini banyak pendidik yang cenderung menerapkan matematika yang bersifat dogma dan otoriter. Hal demikian berdampak seakan-akan matematika itu mitos. Hal ini perlu diluruskan agar matematika menjadi logos dengan matematika sekolah. Semoga kita sebagai calon pendidik mampu menerapkan matematika yang bersifat logos. Amiin...


Selasa, 23 Februari 2010

ga diterima beasiswa PPA n' BBM???

Rumah Beasiswa

bulan februari minggu pertama, bagian kemahasiswaan selalu penuh serta sesak dengan mahasiswa bahkan mereka rela antri sampai meninggalkan kuliah n' berdiri berjam-jam. apa yang mereka lakukan?? mari kita lihat...

ternyata mahasiswa-mahasiswa ini sedang mengurus beasiswa keluaran terbaru dari univ yakni beasiswa PPA(peningkatan prestasi akademik) dan juga BBM(saya lupa singkatannya he...). beasiswa ini cukup lumayan yakni setiap penerima akan mendapat 250rbu per bulan selama satu tahun yang diturunkan melalui tiga tahap( tiap tahap sebesar satu juta). tak heran pelamar beasiswa inipun membludak sampai sekitar seribu mahasiswa lebih dari angkatan atas sampai angkatan baru. padahal kuota mahasiswa yg diterima hanya sedikit kurang dari 300 org. lalu timbul pertanyaan bagaimana nasib mahasiswa yang tidak diterima padahal mereka juga membutuhkan???


saya yang selama dua tahun berturut mendapat beasiswa ini-pun mencoba melamar lagi. banyaknya mahasiswa membuat saya berputar otak mensiasati agar terhindar dari antrian dan siasat ini berhasil 100%( klo mw tau tacticnya pribadi ja ya he...). seminggu sebelum deadline pengumpulan saya sudah kelar untuk smw persyaratan (maklum udah dua kali pengalaman he...). tetapi pada hari terakhir saya tidak jadi mengumpulkan. sya berubah pkiran( krn ada syarat yg hilang jg sih he...), beasiswa bukan hanya PPA n' BBM saja, msh banyak yg lain. mw tau apa itu??

kata orang bijak, "org yg sukses adlh org yg kreatif" (kata-kata sya sendiri, he...). banyak org tdk berfikir dan hanya ikut2tan saja, tapi org kreatif lain, contohnya si A ingin mendirikan warnet di suatu desa krn di desa tsb belum ada warnet, dan akhirnya si A pun berhasil warnetnya tak pernah sepi pengujung. si B, si C, si D, si E dll melihat kesuksesan siA dan ingin mencoba. akhirnya mereka ikut2tan membuat warnet di desa tsb al-hasil persaingan jd ketat dan tak seramai dulu. krn si A kreatif, dia tdk khwatir. akhirnya dia meninggalkan warnetnya dan pergi ke desa lain yg msh ksong(ha...) akhirnya si A berhasil lg, dan siB dkk ikut2tan lg, si A pergi lg deh... dst.

mengambil hikmah dari cerita tersebut, saya mencoba untuk mnjadi org kreatif ( sok-sok-an he...). al-hasil saya pnya peluang yg lain lg sekarang. oleh karena itu, saya ingin mencoba membantu tmen2 yg tdk diterima dlm beasiswa PPA n' BBM. tidak perlu kecewa apalagi ditangisi, mari kita coba jadi org yg kreatif n inovatif. dunia ini begitu luas bnyak hal yg belum kita kenal. berikut saya rekomendasikan tmen2 untuk mencoba mencari beasiswa di alamat web berikut:

1. http://www.infobeasiswa.net/ ( ini pusatnya)
2. http://www.infobeasiswa.net/archives/2007/06/22/beasiswa-unggulan-tanpa-syarat-ipk/
3. http://www.infobeasiswa.net/archives/2008/04/08/beasiswa-aminef-20092010-fulbright-scholarships/(bagi yg pinter bahasa inggris sya sarankan ikut ini)
4. http://www.infobeasiswa.net/archives/2009/05/15/scholarships-for-women-in-australia-2009/(khusus wanita)
5. http://www.infobeasiswa.net/archives/category/beasiswa-dalam-negeri/beasiswa-s2/(bagi pengen nerusin ke S2 di luar negri)

masih banyak yg lain, dalam maupun luar negeri....

"jangan pernah menyerah walaupun jatuh sekalipun, yakinlah Tuhan merencanakan yg terbaik untuk kita semua"
so, bangu kawanNN!!! tak perlu ragu

SELAMAT MENCOBA...SEMOGA BERHASIL...